• Februari 28, 2024

Amerika Serikat Ingin Tempuh Jalur Diplomasi dalam Konflik Hizbullah dan Israel

Amerika Serikat tidak idamkan lihat microgaming slot konflik meningkat pada Israel dan Hizbullah di Israel utara. Washington meyakinkan dapat konsisten berupaya penyelesaian diplomatis atas konflik tersebut. Juru berkata Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Matthew Miller menjelaskan Israel sudah meyakinkan Washington jikalau mereka idamkan menempuh jalan diplomasi.

“Kami tidak idamkan lihat kedua belah pihak menambah konflik di wilayah utara, dan faktanya, kita dapat konsisten berupaya penyelesaian diplomatis atas konflik tersebut,” kata Miller saat menjawab pertanyaan wartawan di konferensi pers pada Selasa, 27 Februari 2024

Komentar Miller itu terlihat sehabis Hizbullah mengklaim sudah meluncurkan serangkaian roket ke pangkalan pengawas hawa Israel pada Selasa, 27 Februari 2024, sebagai balasan atas serangan militer Israel ke wilayah Lebanon. Sejauh ini, belum ada laporan berkenaan korban jiwa akibat serangan roket tersebut.

Kelompok Lebanon berikut hampir setiap hari jalankan baku tembak bersama dengan Israel di perbatasan selatan Lebanon sejak 8 Oktober 2023, atau sehari sehabis Hamas menyerbu Israel selatan. Serangan Hamas saat itu menewaskan 1.139 orang di Israel dan menyebabkan serangan besar-besaran militer Israel di Jalur Gaza. Serangan Israel ke Gaza tetap berjalan sampai berita ini diturunkan, dan sudah memasuki saat lebih dari empat bulan. Pasukan Israel sudah menewaskan hampir 30 ribu orang dan menyebabkan lebih dari 70 ribu lainnya luka-luka di Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menjelaskan pada Minggu, 25 Februari 2024, Israel berencana menambah serangan pada Hizbullah jikalau berjalan gencatan senjata di Gaza “sampai Hizbullah ditarik sepenuhnya” dari perbatasan.

“Meskipun kita lihat komentar Menteri Pertahanan, kita terhitung mencatat berulang kali Menteri Pertahanan dan pejabat pemerintah Israel lainnya, terhitung Perdana Menteri, sudah menjelaskan secara terbuka bahwa mereka lebih pilih suasana ini diselesaikan secara diplomatis,” kata Miller.

Dia berujar Israel menghadapi ancaman keamanan yang nyata gara-gara terkandung puluhan ribu warga Israel yang menjadi tidak aman untuk ulang ke tempat tinggal mereka di Israel utara.

“Itu adalah kasus sah yang harus diatasi. Kami idamkan menggapai jalan diplomasi. Pemerintah Israel sudah mengatakannya secara terbuka dan mereka sudah meyakinkan kita secara khusus bahwa mereka idamkan menggapai jalan diplomasi, dan itulah yang dapat konsisten kita upayakan, dan pada selanjutnya hal ini dapat menyebabkan tindakan militer tidak diperlukan,” ujar Miller.