• Februari 5, 2024

Biden Desak Kongres AS Loloskan Anggaran untuk Militer Israel Sebesar US$14,1 miliar

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mendesak Kongres AS untuk “segera meloloskan” pertolongan militer senilai US$14,1 miliar kepada Israel. Ini sebagai slot minimal depo 10k anggota berasal dari rancangan undang-undang pendanaan darurat keamanan nasional yang dirilis Senat AS terhadap Minggu, sesudah berbulan-bulan negosiasi.

“Segera serahkan ke meja saya supaya saya mampu segera menandatanganinya jadi undang-undang,” kata Biden.

“Saya mendesak Kongres untuk bersatu dan segera meloloskan perjanjian bipartisan ini,” kata Biden, terhitung memuji langkah-langkah migrasi didalam RUU tersebut.

Pendanaan untuk Israel terhitung didalam RUU Alokasi Tambahan Keamanan Nasional Darurat, yang mencakup total pendanaan sebesar US$118,3 miliar, terhitung untuk pemeriksaan perbatasan Ukraina dan AS.

Namun, RUU tersebut menghadapi era depan yang tidak tentu di tengah tentangan berasal dari kandidat presiden utama Partai Republik Donald Trump dan kubu Partai Republik garis keras.

Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer mengatakan pemungutan suara awal terhadap RUU tersebut bakal dijalankan selambat-lambatnya terhadap Rabu 14 Februari 2024, tetapi menghadapi tentangan berasal dari kedua belah pihak.

Senator mandiri AS Kyrsten Sinema mengatakan kepada wartawan bahwa undang-undang tersebut bakal mengamankan perbatasan selatan AS. Sebab, RUU ini bakal mewajibkan Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk “menutup” perbatasan bagi para migran kalau tersedia umumnya lebih berasal dari 5.000 upaya penyeberangan per hari selama tujuh hari.

Selain US$20,23 miliar untuk keamanan perbatasan, RUU tersebut terhitung mencakup US$60,06 miliar untuk membantu Ukraina didalam perangnya bersama Rusia, US$14,1 miliar untuk pertolongan keamanan untuk Israel, US$2,44 miliar untuk Komando Pusat AS dan konflik di Laut Merah, dan US$4,83 miliar untuk membantu mitra AS di Indo-Pasifik menghadapi agresi Cina, menurut angka berasal dari Senator AS Patty Murray.

Tambahan US$10 miliar bakal memberikan pertolongan kemanusiaan bagi warga sipil di Gaza, Tepi Barat dan Ukraina.

AS bakal sedia kan US$4,83 miliar untuk membantu mitra regional utama di Indo-Pasifik di mana ketegangan meningkat antara Taiwan dan Tiongkok, serta US$2,33 miliar untuk warga Ukraina yang terpaksa mengungsi akibat invasi Rusia dan pengungsi lainnya yang melarikan diri berasal dari penganiayaan.

“Prioritas didalam RUU ini benar-benar perlu untuk diabaikan dan benar-benar perlu untuk membiarkan politik menghalangi,” kata Schumer didalam sebuah pernyataan.

“Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya menghadapi tantangan-tantangan yang beragam, kompleks dan, di sebagian tempat, terkoordinasi berasal dari pihak-pihak yang berusaha mengganggu demokrasi dan memperluas pengaruh otoriter di seluruh dunia.”

Ketentuan utama keamanan luar negeri didalam RUU tersebut sebagian besar cocok bersama keinginan Presiden Joe Biden berasal dari Kongres terhadap Oktober, dikala ia berharap dana tambahan untuk pertolongan bagi Ukraina, Israel, dan Taiwan.

Permintaan itu terhenti dikarenakan desakan anggota DPR berasal dari Partai Republik bahwa perihal itu tentang bersama perubahan kebijakan imigrasi.

Schumer mengatakan perjanjian itu bakal sedia kan lebih banyak personel garis depan dan petugas suaka serta memberikan ketentuan imigrasi yang “lebih cepat dan adil”.

Mitch McConnell, petinggi Senat berasal dari Partai Republik, membantu perundingan tersebut, bersama mengatakan bahwa Partai Republik tidak bakal memperoleh kesepakatan yang lebih baik di bawah Gedung Putih yang dikuasai Partai Demokrat.

“Senat mesti hati-hati perhitungkan kesempatan yang tersedia di depan kita dan bersiap untuk bertindak,” kata McConnell didalam sebuah pernyataan.

Schumer mengatakan didalam konferensi pers bahwa dia belum dulu bekerja sedekat ini bersama rekan lamanya di Senat, McConnell, layaknya didalam RUU tersebut.

“Dalam banyak kesempatan kita mengira negosiasi telah gagal,” kata Schumer.

Anggota Kongres lainnya berasal dari Partai Republik mengatakan Biden mampu melaksanakan banyak perubahan yang mereka ingin terhadap kebijakan imigrasi lewat tindakan eksekutif, walaupun mereka pada mulanya menyerukan tindakan legislatif.

Imigrasi adalah kegalauan terbesar kedua bagi warga Amerika, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dipublikasikan terhadap Rabu dan merupakan isu utama lebih-lebih bagi Partai Republik. Patroli Perbatasan AS menangkap kurang lebih 2 juta migran di perbatasan terhadap th. fiskal 2023.