• Maret 12, 2024

Fakta Terkait Pesawat Kargo Smart Air Jatuh di Tarakan Kaltara, Seluruh Korban Berhasil Dievakuasi

Satu pesawat kargo milik maskapai penerbangan Smart Air dilaporkan hilang kontak Jumat pagi ini sesudah terlepas landas berasal dari Bandara Internasional Juwata Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) Jumat 8 Maret 2024 pada pukul 08.25 Wita obyek Binuang, Krayan, Nunukan dan harusnya tiba pukul 09.25 Wita.

Basarnas pun lakukan koordinasi bersama dengan Airnav, Bandara, MAF, Polri, dan instansi perihal lainnya. Mereka juga lakukan floating daerah peranan memilih arah dan lokasi.

Dalam pesawat tersebut diawaki oleh satu orang Pilot, Capt M Yusuf dan juga satu orang Engineer on Board (EOB), Deni S. Tercatat pesawat Smart Air tersebut membawa muatan kargo bersama dengan berat keseluruhan 583 kilogram.

Informasinya pesawat yang spaceman antar sembako berasal dari Tarakan berangkat jam 08.25 Wita harusnya jam 09.25 Wita sudah hingga di Binuang. Sampai sekarang belum tersedia pesawatnya,” kata Kapolsek Krayan Selatan dan Tengah Ipda Andi Irwan, dilansir Antara, Jumat 8 Maret 2024.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga ikut dalam misi pencarian pesawat kargo Smart Air yang hilang kontak di wilayah Kalimantan Utara. Pencarian dijalankan bersama dengan bersama dengan tim gabungan yang sudah dibentuk.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati memberikan sistem pencarian sudah dijalankan sejak Sabtu pagi 9 Maret 2024. Dia mengatakan, pencarian dan evakuasi pesawat PK-SNE milik SMART AIR rute TRK – BNG yang hilang kontak pada 8 Maret 2024, sudah dijalankan pagi ini oleh gabungan Basarnas TNI Polri bersama dengan menggunakan Heli Bell 412 TNI AD yang pas ini posisi sudah di Bandara Malinau.
“Pukul 08.00 WITA Tim SAR Gabungan lakukan briefing dan bertolak menuju wilayah yang diperkirakan untuk lakukan pencarian cocok konsep operasi,” ujar Adita pas dilakukan konfirmasi , Sabtu 9 Maret 2024.

Tim SAR gabungan pun pada akhirnya sukses menemukan titik wilayah jatuhnya pesawat kargo Smart Air. Lokasi jatuhnya pesawat tersebut ditemukan sesudah sistem pencarian yang memasuki hari kedua, sejak hilang kontak pada Jumat 8 Maret 2024.

Humas SAR Tarakan Burhadi menjelaskan, wilayah jatuhnya pesawat berada di daerah Binuang, Kecamatan Krayan Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

“Tarakan: 03.43′.27.60″ 115. 56′. 32.40″ tetap daerah Binuang, Kalimantan Utara,” kata Burhadi.

Tim SAR dan Satbrimob Polda Kalimantan Utara sukses menemukan korban pesawat kargo Smart Air. Korban yang merupakan pilot sukses ditemukan dalam situasi selamat.

“Sudah ditemukan, infonya pilot selamat,” ujar Kabid Humas Polda Kalimantan Utara Kombes Pol Budi Rachmat pas dikonfirmasi, Minggu 10 Maret 2024.

Berikut sederet fakta perihal pesawat kargo milik maskapai penerbangan Smart Air sempat hilang kontak pada Jumat 8 Maret 2024:

  1. Kronologi Kejadian Pesawat Jatuh Diawaki Dua Orang, Angkut Barang Sembako

Satu pesawat kargo milik maskapai penerbangan Smart Air dilaporkan hilang kontak Jumat pagi ini sesudah terlepas landas berasal dari Bandara Internasional Juwata Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) Jumat 8 Maret 2024 pada pukul 08.25 Wita obyek Binuang, Krayan, Nunukan dan harusnya tiba pukul 09.25 Wita.

Basarnas pun lakukan koordinasi bersama dengan Airnav, Bandara, MAF, Polri, dan instansi perihal lainnya. Mereka juga lakukan floating daerah peranan memilih arah dan lokasi.

Dalam pesawat tersebut diawaki oleh satu orang Pilot, Capt M Yusuf dan juga satu orang Engineer on Board (EOB), Deni S. Tercatat pesawat Smart Air tersebut membawa muatan kargo bersama dengan berat keseluruhan 583 kilogram.

Kapolsek Krayan Selatan dan Tengah, Ipda Andi Irwan menyebutkan pesawat Smart Air tipe Pilatus Pc6 ini mengangkut barang sembako yang memperoleh subsidi cost angkut (SOA).

“Informasinya pesawat yang antar sembako berasal dari Tarakan berangkat jam 08.25 Wita harusnya jam 09.25 Wita sudah hingga di Binuang. Sampai sekarang belum tersedia pesawatnya,” kata Andi, dilansir Antara, Jumat 8 Maret 2024.

  1. Kemenhub Ikut Cari, Buat Posko Pencarian

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ikut dalam misi pencarian pesawat kargo Smart Air yang hilang kontak di wilayah Kalimantan Utara. Pencarian dijalankan bersama dengan bersama dengan tim gabungan yang sudah dibentuk.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati memberikan sistem pencarian sudah dijalankan sejak Sabtu pagi 9 Maret 2024.

Dia mengatakan, pencarian dan evakuasi pesawat PK-SNE milik SMART AIR rute TRK – BNG yang hilang kontak pada 8 Maret 2024, sudah dijalankan pagi ini oleh gabungan Basarnas TNI Polri bersama dengan menggunakan Heli Bell 412 TNI AD yang pas ini posisi sudah di Bandara Malinau.

Pukul 08.00 WITA Tim SAR Gabungan lakukan briefing dan bertolak menuju wilayah yang diperkirakan untuk lakukan pencarian cocok konsep operasi,” ujar Adita pas dilakukan konfirmasi Liputan6.com, Sabtu 9 Maret 2924.

Adita memberikan tidak tersedia halangan sejauh ini dalam sistem pencarian pesawat kargo Smart Air. Termasuk situasi cuaca yang terbilang tetap kondusif.

“Tidak tersedia halangan sejauh ini dalam sistem pencarian. Cuaca Bandara Binuang berdasarkan laporan BMKG terpantau baik bersama dengan vizibility tidak cukup lebih 4 km,” ucsp Adita.

Guna menunjang sistem pencarian, TNI AU ikut turunkan pesawat Boeing intai B737 200 berasal dari skadron 5 Makassar, dan heli Caracal yang membawa pasukan Khas TNI AU yang menunjang SAR.

Kemudian, tersedia armada heli bell 412 TNI AD yang pas ini dalam sistem pencarian di wilayah koordinat berasal dari pancaran ELT yang di terima tim SAR. Untuk ELT yang di tangkap LUT singapura 3° 44′ 10.00″ N 115° 50′ 53.58″ E dan untuk ELT yg di tangkap oleh LUT Australia 3° 44′ 9.10″ N 115° 55′ 45.36″ E

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bakal terus berkoordinasi dan bakal memberi tambahan informasi update lebih lanjut,” terangnya.

Lebih lanjut, Adita menyebut tersedia posko crisis center sudah disiapkan di Kantor UPBU Juwata Tarakan. Kemudian, tersedia keterlibatan juga berasal dari Badan SAR Nasional (Basarnas).

Beberapa unit pencarian yang ikut terjun diantaranya, UPBU Juwata Tarakan, Tim Rescue Kansar Tarakan, Lanud Anang Busra Tarakan, Kodam VI Mulawarman, Brimob Polda Kaltara, Polres Tarakan dan Polres Malinau.

Selanjutnya, Kodim 0910 Malinau, Batalyon 614 Raja Pandita, BPBD Kab. Malinau, Airnav Tarakan, BMKG Tarakan, Smart Aviation, Susi Air, hingga RMPB Kabupaten Malinau.

  1. Tim SAR Temukan Lokasi Jatuhnya Pesawat Smart Air

Tim SAR gabungan pada akhirnya sukses menemukan titik wilayah jatuhnya pesawat kargo Smart Air di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). Lokasi jatuhnya pesawat tersebut ditemukan sesudah sistem pencarian yang memasuki hari kedua, sejak hilang kontak pada Jumat 8 Maret 2024.

Humas SAR Tarakan Burhadi menjelaskan, wilayah jatuhnya pesawat berada di daerah Binuang, Kecamatan Krayan Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Tarakan: 03.43′.27.60″ 115. 56′. 32.40″ tetap daerah Binuang, Kalimantan Utara,” ujar Burhadi pas dikonfirmasi, Sabtu malam 9 Maret 2024.

Sementara untuk perkembangan lebih lanjut, Burhadi menyatakan bahwa pihaknya bakal mengumumkan hasilnya secara berkala.

“Iya benar, baru menemukan titiknya, kasus perkembangan setelah itu tunggu informasi resminya,” sebutnya.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Kalimantan Utara (Kaltara) Kombes Pol Budi Rachmat sempat memberi tambahan dokumentasi wilayah pesawat yang terekam lewat hawa tim SAR gabungan.

“Iya infonya pesawat terbang Smart Air sudah ditemukan,” katanya singkat.

  1. Pilot Berhasil Ditemukan Selamat

Tim SAR dan Satbrimob Polda Kalimantan Utara sukses menemukan korban pesawat kargo Smart Air yang jatuh di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Korban yang merupakan pilot sukses ditemukan dalam situasi selamat.

“Sudah ditemukan, infonya pilot selamat,” ujar Kabid Humas Polda Kalimantan Utara Kombes Pol Budi Rachmat pas dikonfirmasi, Minggu 10 Maret 2024.

Budi menyebut, pas ini sistem evakuasi pada pilot tetap berlangsung. Kondisi lebih lanjut juga belum sanggup ia terangkan, yakni Kapten Pilot M Yusuf (29).