• Desember 12, 2023

Inggris Luncurkan Agenda Basmi Kemiskinan Ekstrem di Indonesia dan Asia Tenggara

Inggris meluncurkan agenda kerja sama kebijakan Slot Gacor 777 bersama dengan negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) termasuk Indonesia untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem dan mengatasi perubahan iklim. Agenda tersebut tertuang di dalam white paper atau kertas putih yang diluncurkan di dalam acara Kedutaan Besar Inggris di Jakarta pada Senin, 11 Desember 2023.

Kertas putih merupakan dokumen kebijakan yang dihasilkan oleh pemerintah Inggris yang menguraikan usulan undang-undang di masa depan. Naskah ini kerap kali diterbitkan sebagai sebuah kertas perintah atau command paper dan barangkali berisi versi rencana RUU yang sedang direncanakan. Kertas putih kali ini terbit sebagai Command Paper 975 berkenaan pembangunan internasional.

Kepala Ekonom dari Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan Inggris (FCDO) Adnan Khan menjelaskan bahwa kertas putih ini terdiri dari empat bidang utama yakni pendanaan, penguatan proses internasional global, inovasi, dan peluang yang sama bagi semua,

Inggris berniat untuk mengerahkan setidaknya 50 persen dari dana dukungan langsung untuk negara-negara kurang berkembang, menurut komitmen di dalam kertas putih tersebut. Dikatakan dukungan tersebut bakal disalurkan ke negara-negara dan komunitas termiskin yang paling membutuhkan.

Kertas putih yang termasuk punya kandungan komitmen iklim ini dirilis sementara konferensi perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau COP28 tetap terjadi di Dubai, Uni Emirat Arab. “Kami (Inggris) bakal memenuhi komitmen kita untuk menambahkan £11,6 miliar di dalam pendanaan iklim internasional pada 2021/22 dan 2025/26,” demikianlah tertulis di dalam kertas putih tersebut.

Direktur Pembangunan Inggris untuk Indonesia, Amanda McLoughlin, meyakinkan bahwa inisiatif ini merupakan wujud konsultasi Inggris bersama dengan negara-negara yang terlibat di dalam bidang pembangunan. Indonesia jadi keliru satu dari 74 negara yang sudah melaksanakan percakapan tersebut bersama dengan Inggris.

“Jadi kita terhubung konsultasi. Dan kita mendengarkan pendapat negara-negara berkenaan apa yang harusnya jadi inti hubungan bersama dengan Inggris di dalam bidang pembangunan,” ujarnya sementara ditemui di sela-sela acara.

Ia pun meyakinkan bahwa tidak tersedia jumlah dana yang ditentukan untuk inisiatif ini, sebab ini bukan kertas putih komitmen pendanaan. “Jadi tidak ditentukan jumlah duwit yang bakal dibelanjakan untuk X, Y, Z. Hal ini lebih kepada pilih prioritas kita, yakni mengatasi perubahan iklim dan mengakhiri kemiskinan ekstrem, termasuk mempercepat kemajuan SDGs. SDGs adalah fokus yang sangat besar,” katanya, merujuk pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Peluncuran kertas putih ini merupakan momen yang tepat kala Indonesia sedang mempersiapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional menuju Indonesia Emas 2025 – 2045, menurut Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Scenaider Clasein Hasudungan Siahaan.

“Pada tahun 2045 kita tidak cuma mendambakan menurunkan angka kemiskinan jadi 0,5 persen, tetapi kita termasuk mendambakan menaikkan pendapatan per kapita kita sehingga setara bersama dengan negara-negara maju,” tuturnya di acara tersebut.