• Mei 8, 2024

Jokowi Siap Perpanjang Izin Ekspor Tembaga Freeport

Kementerian Daya dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberikan izin ekspor konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara hingga Mei 2024. Menanggapi hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan slot gacor 777 izin hal yang demikian akan diperpanjang.

“Ya terus dong, ya diperpanjang,” kata Jokowi kepada awak media saat kunjungan kerja di Karawang, Jawa Barat, Rabu (8/5/2024).

Sedangkan dipastikan diperpanjang, Jokowi mengaku saat ini pemerintah masih berhitung soal biaya. Sebab Harga Barometer Ekspor (HPE) sejumlah komoditi tambang mengalami kenaikan pada periode April 2024.

“Tetapi yang satu juta kita hargai Freeport maupun Amman mineral. itu telah membangun smelter dan telah selesai hampir 100%. Kita ikuti pembangunan hingga berapa persen, berapa persen,” terang Jokowi.

Jokowi menerangkan dengan adanya smelter dari Freeport maupun Amman Mineral, menjadi bukti dua raksasa perusahaan tambang hal yang demikian berharap mengerjakan hilirisasi.

“Aku kira dengan usainya smelter itu menonjolkan harapan kuat mereka untuk hilirisasi, untuk downstreaming di dalam negeri. aku kira itu baik sekali dan itu patut dihargai,” Jokowi menandasi.

Kepemilikan Saham Freeport Indonesia
Diketahui, kepemilikan saham mayoritas Freeport Indonesia lebih besar dimiliki pemerintah Indonesia, adalah 51 persen. Sementara sisanya digenggam Freeport McMoRan (FCX).

Pertimbangan perpanjangan kontrak hal yang demikian diamati dari pendapatan PT Freeport Indonesia dari tahun ke tahun terus membaik. Malahan dalam laporan Freeport kepada pemerintah, potensi utang BUMN dalam mengambil alih PT Freeport itu kemungkinan besar akan lunas per 2024.

Oleh sebab itu, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam peluang terpisah mengatakan, pemerintah saat ini sedang mengkaji perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia, dengan cara menambah saham 10 persen. Kendati demikian, hal itu masih dalam pembahasan, untuk info resminya akan disajikan dalam waktu dekat.

“Maka pemerintah sedang memikirkan perpanjangan dengan penambahan saham, dimana Pemerintah akan menambah saham sekitar 10 persen, ini bocoran aja. Nanti akan diumumkan secara resmi, ini masih dalam pembahasan belum pasti, melainkan pembahasannya telah hampir matang,” kata Bahlil.