• Mei 27, 2024

KPK Periksa Pemilik Maktour Travel Berhubungan TPPU SYL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengerjakan pemeriksaan kepada pemilik agen perjalanan Maktour Travel, Fuad Hasan Mahsyur sebagai saksi terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

\\”Regu penyidik kembali menjadwalkan pemanggilan salah satu saksi untuk didalami pengetahuannya kaitan perkara dimaksud. Saksi tersebut yaitu Fuad Hasan Masyhur (wiraswasta),\\” ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri ketika dikonfirmasi, Senin (27/5/2024).

Menurutnya, Fuad Hasan Masyhur sudah memenuhi panggilan pemeriksaan setelah sebelumnya tidak hadir. \\”Regu bersangkutan sudah datang,\\” kata Ali.

Regu penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengerjakan penyitaan aset milik eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kali ini regu penyidik menyita sebuah minibus merk Mercedes Benz yang sempat disembunyikan SYL.

\\”Cantik tersebut ditemukan di Perumahan Bumi Permata Hijau, Kelurahan. Rappocini, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi https://bars-clothing.com/ Selatan dan diduga sengaja disembunyikan,\\” kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (21/5/2024).

Di lokasi terpisah, penyidik antirasuah juga menemukan aset SYL lainnya yang diduga menjadi aset TPPU yaitu satu unit mobil dan Jeep Jimy serta motor Honda X-ADV 750.

\\”Di daerah terpisah yang bermukim di Perum The Orchid jalan Orchid Kepada Kelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, juga dijalankan penyitaan,\\” ungkap Ali.

Ditetapkan barang sitaan itu, ketika ini penyidik menitipkan terlebih dulu di Polrestabes Makassar guna menjaga keadaan kendaraan.

Sebelumnya, penyidik juga sudah mengerjakan penyitaan pelbagai jenis aset milik eks Gubernur Sulawesi Selatan itu. Seperti kendaraan mewah mini bis merek Mercedes Benz, hingga satu unit rumah.

SYL Merasakan sebagai Tersangka TPPU karena Turut Hasil Uang \\’Malak\\’

Dalam perkara ini, SYL juga sudah ditetapkan menjadi tersangka TPPU lantaran diduga menikmati hasil uang haram yang didapatkan SYL dari \\’malak\\’ ke bawahannya di Kementerian Pertanian (Kementan).

\\”Ya sangat sangat dimungkinkan ketika terpenuhi unsur kesengajaan. Walhasil menikmati dari hasil kriminal yang itu nanti rupanya terlebih dulu kriminal korupsinya,\\” ungkap Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (2/5/2024).

Ali membeberkan kalau seorang penyelenggara negara, dalam hal ini yaitu SYL mendapatkan suap atau gratifikasi malah pemerasan jabatan. Sementara alhasil menjadi nilai yang dapat dinikmati.

Sekiranya, segala orang yang terlibat bagus diri sendiri dapat disangkakan dengan TPPU.

\\”Dapat TPPU ini ada uang hasil kriminal dan kemudian berubah menjadi nilai ekonomis, bagus itu misalnya dibelikan rumah. Rumah itu kemudian diserahkan kepada bagus keluarga inti atau siapa malah ada kesengajaan dan ia tahu rumah ini itu didapatkan dari kasus kriminal dapat dihukum? Karena,\\” tegas Ali.

\\” penyelenggara negara itu kan penghasilannya dapat terukur setiap waktu setiap bulan misalnya berapa, sehingga ketika perolehan sebuah rumah apakah ia ideal dengan profilnya, itu kan dapat dievaluasi,\\” lanjut Ali.