• Mei 9, 2024

KSP Siapkan Program Gen Z untuk Bisa Jadi Petani

Kantor Staf Presiden (KSP) melaksanakan program berkelanjutan masa depan, dengan menyiapkan regenerasi petani.

Berdasarkan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) TNI Moeldoko, program regenerasi mesti dilakukan secara inklusif dan kolaboratif guna mempercepat prosesnya.

“Dengan kian tuanya demografi petani dikala ini, terdapat keperluan mendesak untuk mendukung generasi muda supaya tertarik masuk sektor slot online agraris sebagai pilihan karir,” kata Moeldoko di Kantor KSP Binagraha, Jakarta, seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (9/5/2024).

Moeldoko menjelaskan, tujuan program yang dipelopori KSp berkhasiat mencetak petani-petani muda yang adaptif dengan berjenis-jenis sistem pertanian seperti permaculture, pertanian ramah lingkungan, pengaplikasian teknologi simpel yang tepat guna, hingga pertanian pandai yang memanfaatkan teknologi Maya of Things (IoT).

“Pogram ini mesti memiliki imbas seketika dalam meningkatkan jumlah petani muda yang berkompeten dan inovatif, sehingga dapat berkontribusi pada revitalisasi sektor pertanian Indonesia,” terang ia.

Moeldoko meyakini, munculnya perusahaan-perusahaan baru yang dikelola petani muda dapat menjadi katalis bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

“Karena, sektor pertanian merupakan ladang profit yang menarik dan memiliki potensi pengembangan yang signifikan merupakan esensial. Khususnya dengan pengaplikasian teknologi terupdate,” kata Panglima TNI (2013-2015) ini.

Urgent
Moeldoko mencatat, menurut data sensus pertanian dari Badan Sentra Statistik (BPS), dikala ini 70% lebih petani Indonesia berusia di atas 43 tahun, dengan hanya 2,14 % yang tergolong dalam kelompok muda atau Gen Z.

Keadaan tersebut dievaluasi urgent untuk menambah urgensi untuk mempromosikan regenerasi di kalangan muda demi memutuskan ketahanan pangan nasional.

“Program regenerasi petani ini akan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan lintas kementerian, lembaga, organisasi kepemudaan pramuka, perusahaan-perusahaan BUMN, Organisasi Pangan (FAO), serta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI),” dorong Moeldoko.