• Februari 13, 2024

Megawati Berkata Kepada Semua Masyarakat

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengatakan, pemilu bukanlah alat elite politik untuk melanggengkan kekuasan bersama dengan segala cara. Di di dalam pemilu, ada moral dan etika yang harus dijunjung tinggi karena menyangkut dengan rakyat yang harus dipimpin.

“Loh, aku dulu presiden, setiap sesudah pemilu enggak ribut saya, ya sudah karena rakyat pilih ya sudah. Kekuasaan itu tidak langgeng, yang https://www.andinismoperustore.com/ langgeng itu yang di atas loh, kekuasaan bakal berhenti apapun jabatannya,” kata Megawati di dalam pidato politik HUT ke-51 PDIP di Sekolah PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (10/1/2024).

Dia mengatakan, hasil pencermatannya akhir akhir ini, arah pemilu sudah bergeser. Ada kegalauan rakyat akibat beraneka intimidasi, namun aku bersyukur ada kapabilitas nurani yang berbicara.

“Saya turut merasakan bagaimana pergerakan penduduk sipil, mahasiwa bersama dengan kemurnian idealisme, bahkan aku lihat ada seorang ibu, Ibu Sinta di Jatim, Ketua RT di Jateng mereka berani sampaikan sikapnya,” kata dia.

“Ingat aku masukkan message, aku pasti harus tau siapa yang melakukan, ini negara merdeka dan berdaulaut, tidak ada yang menjadi sebagian berkuasa, kekuasaan di tangan rakyat,” tandas Megawati.

Soal Calon Pemimpin, Megawati: Jangan Hanya Tergiur Sosoknya, Cermati Rekam Jejaknya dan Moral Etika

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mewanti-wanti supaya rakyat jangan hingga tergiur hanya bersama dengan lihat sosok calon presiden di Pilpres 2024. Namun, hal yang harus dilihat adalah anggapan dan hatinya yang harus menjadi satu.

“Cermati rekam jejaknya, moral etika, tangggungjawabnya, jelas rakyat,” kata Megawati di HUT ke-51 PDIP di Lenteng Agung, Rabu, (10/1/2023).

Dalam total beberapa syarat menjadi pemimpin, kata Megawati, PDIP, PPP, Perindo dan Hanura yakin, Ganjar Pranowo dan Mahfud Md lah yang memenuhi syarat tersebut.

“Mereka kesatuan dwi tunggal, tidak ada negara maju yang pemimpinnya tanpa memperjuangkan hukum, manunggal bersama dengan rakyat,” ujarnya.

Megawati mengatakan, kalau ada pemimpin yang tidak menggerakkan kewajibannya, tidak menjaga rakyat pasti guncang.

“Rules of the game adalah partai yang pilih calonnya. Saya senantiasa lihat-lihat yang bagus, hingga aku kontemplasi, bicara sama papa saya. Lihat liat lihat trus harus ada keputusan. Bukannya asal oh kamu saja menjadi pemipin,” ujarnya.

DPP PDI Perjuangan (PDIP) menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 Partai pada Rabu, 10 Januari 2024.

Peringatan bakal digelar di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan.