• Januari 26, 2024

Melihat Pengerjaan Pembuatan Tenun Sumba Timur

Siapa pun pengunjung yang menyambangi Kampung Raja Prailiu pasti akan pulang dengan banyak pengalaman. Tak saja pengalaman akan keindahan alam, melainkan juga dengan seperti itu banyak kekayaan dan kebijaksanaan budaya yang dapat digali dan ditemukan di Kampung Raja Prailiu.

Bila mengunjungi obyek wisata budaya Prailiu, karenanya wisatawan akan berkesempatan memperhatikan cara kerja pembuatan kain tenun yang terbilang rumit. Tak hanya itu, pengunjung akan mendapatkan penjelasan lengkap dan pastinya https://www.destincrustpizzeria.com/ dari sumber terpercaya perihal tenunan sumba, ialah lantas dari para pengrajin.

Keberadaan kain tenun di kampung ini berhubungan dengan budaya lampau masyarakat setempat. Penghuni Kampung Prailiu beberapa masih ialah penganut marapu, ialah kepercayaan memuja roh leluhur. Persatuan dengan leluhur yang sudah meninggal, diciptakan dalam bermacam-macam wujud karya seni.

Ada banyak benda yang dikeramatkan. Yang menjadi corong penghubung masyarakat dengan roh leluhurnya. Salah satunya kain tenun. Mendengar lantas dari para pengrajin, pengunjung akan tahu alangkah dalamnya makna di balik selembar kain, mulai dari cara kerja pembuatannya hingga motif-motifnya.

Dalam budaya Marapu, kain tenun ikat diterapkan untuk banyak hal. Diantaranya sebagai mahar dalam cara kerja pernikahan, prosesi kematian, dan juga upacara spiritual. Kain tenun Sumba Timur memiliki keindahan tiada tara. Di balik kualitas tenunnya yang sudah tak diragukan lagi, ada cara kerja panjang di balik pembuatannya.

Kain tenun khas prailiu jamak mengaplikasikan benang berwarna merah, hitam, kuning, dan biru. Pewarnaan benang ini diciptakan dari akar, daun, dan rempah-rempah alami, seperti warna biru dari daun nila dan warna merah dari ekstrak akar pace.

Pengerjaan pembuatan kain tenun berikutnya dengan menyiapkan benang atau mulai memintal kapas menjadi benang. Sesudah itu benang digulung atau di-kubukulu dengan mengaplikasikan alat yang disebut piapangu.