• Mei 24, 2024

Mengatakan ‘Jangan’ pada Hati Tak Selalu Sasaran, Seperti Taktik yang Lebih Ampuh

Frasa-frasa ini kerap kali kali diungkapkan dengan nada tinggi dan tegas untuk menghentikan perilaku balita yang dianggap tidak sesuai.

Namun, menurut pakar pengasuhan buah hati Dr. Chelsey Hauge-Zavaleta yang dikutip dari Tinybeans.com, balita berusia dua setengah hingga tiga setengah tahun mungkin belum memahami arti frasa “jangan” sepenuhnya.

Hal ini karena pada umur ini, mereka masih dalam tahap perkembangan bahasa dan belum mampu mencerna makna negatif dengan baik.

Saat orang tua meninggikan bunyi dan berkata “Jangan buka kulkas!”, balita mungkin mengerti bahwa mereka telah mengerjakan sesuatu yang salah karena nada bunyi orang tua menunjukkan kemarahan.

Namun, mereka belum tentu memahami bahwa mereka dilarang membuka kulkas. Hal ini dapat menyebabkan frustrasi bagi orang tua dan kebingungan bagi balita.

Alih-alih mengucapkan kata-kata larangan yang kerap kali kali disampingkan atau memicu konfrontasi, ada taktik lain yang lebih ampuh dan positif untuk mengajar buah hati.

Mengganti Perintah yang Dikasih Pada Seorang Balita
Dr. Chelsey Hauge-Zavaleta memberikan https://www.madaboutrh.com/ tips gampang untuk mengenal sejauh mana perkembangan bahasa balita Anda. “Pertama, siapkan dua benda yang familiar bagi balita Anda, seperti stroberi dan apel,” jelasnya.

“Kemudian, dengan senyum lebar, katakan, ‘Berikan mama yang bukan stroberi’. Sebagian besar buah hati akan memberikan stroberi kepada Anda.”

Namun, jikalau balita Anda memahami perintah dan memberikan apel, Dr. Hauge-Zavaleta menyarankan untuk minta bantuan orang lain kecuali orang tua untuk mengulangi percobaan ini.

“Perhatikan bagaimana balita Anda merespons,” ujarnya. “Menyaksikan buah hati Anda sendiri tidak memahami kata ‘bukan’ mungkin merupakan sistem paling tepat sasaran untuk membuat Anda beralih ke pendekatan pendisiplinan yang lebih positif.”

Metode simpel ini dapat menolong orang tua memahami kecakapan bahasa balita mereka dan memilih taktik komunikasi yang lebih tepat sasaran untuk mendisiplinkan.

Mengaplikasikan Frasa yang Lebih Positif

Dr. Chelsey Hauge-Zavaleta, pakar pengasuhan buah hati, menyarankan pendekatan “positif berlawanan” untuk mendisiplinkan balita. Alih-alih mengaplikasikan kata-kata negatif seperti “tidak”, “berhenti”, dan “jangan”, Dr. Hauge-Zavaleta menyarankan untuk menggantinya dengan frasa positif.

Contohnya, daripada mengatakan “Jangan lari menjauh dari saya,” orang tua dapat berkata “Ayo kita segala berpegangan tangan di tempat parkir.” Frasa positif ini lebih gampang dipahami dan dicontoh oleh balita.

Sedangkan memerlukan latihan untuk membiasakan diri, merumuskan ulang bahasa dengan sistem ini dapat menolong orang tua memahami sistem berkomunikasi yang lebih tepat sasaran dengan balita.

Dengan memahami tingkat perkembangan mereka, orang tua dapat memilih taktik yang ideal untuk menolong buah hati mereka mencapai kesuksesan dan mencapai tujuan yang diharapkan. Pendekatan ini menjadikan keadaan yang saling menguntungkan bagi orang tua dan buah hati.