• Mei 31, 2024

Pasca Bubarkan Tim Keselamatan AI, OpenAI Format Komite Keamanan yang Tuai Kritik

OpenAI baru saja mengumumkan penyusunan Komite Keamanan dan Keselamatan yang baru. Penyusunan ini dikerjakan setelah perusahaan membubarkan tim yang bertanggung jawab atas perlindungan manusia dari ancaman absensi AI (kecerdasan buatan).

Mengutip isu dari Engadget, Jumat (31/5/2024), Komite Keamanan dan Keselamatan OpenAI ini akan dipimpin oleh Bret Taylor, Nicole Seligman, Adam D\\’Angelo, serta Sam Altman yang juga merupakan CEO perusahaan.

Walaupun baru disusun, komite keamanan ini menuai kritik. Alasannya, komite tersebut konsisten diisi oleh petinggi OpenAI.

Oleh karena itu, sejumlah pihak beranggapan aksi ini tak lebih dari upaya pencitraan semata, di tengah persaingan ketat dalam bidang AI dikala ini.

Kendati mendapatkan kritik, slot spaceman Komite Keamanan dan Keselamatan perusahaan pembesut ChatGPT ini sudah memiliki kerangka kerja. Mereka berencana menilai dan mengembangkan progres serta pengamanan perusahaan selama 90 hari ke depan.

Nantinya, hasil evaluasi tersebut akan dibagikan ke segala dewan direksi, dan akan dipublikasikan ke publik. Bersama dalam penyusunan ini, OpenAI juga mengonfirmasi mereka tengah melatih teladan baru yang akan menggantikan GPT-4.

Untuk dikenal, penyusunan tim baru ini dikerjakan menyusul pengunduran diri Co-Founder OpenAI Ilya Sutskever dan kepala peneliti keamanan OpenAI Jan Leike. Keduanya pun sempat memimpin tim Superaligment di OpenAI.

Perlu dikenal, OpenAI sudah membentuk tim khusus untuk mengelola risiko AI pada Juli tahun lalu. Tetapi, tim itu kini tak ditutup.

Adapun hengkangnya Leike tak lepas dari kekhawatirannya soal OpenAI yang disebut tak lagi berada di trek ideal, secara khusus mengatasi dilema keamanan seiring dengan perkembangan AI yang semakin trampil. Perusahaan dianggap lebih memilih untuk menghadirkan produk yang menarik.

Tak Perlu Login, Pengguna Tanpa Akun Kini Bisa Akses Chatbot AI ChatGPT

Sebelumnya, OpenAI mulai membuka ChatGPT untuk pengguna tanpa akun. Langkah tersebut diambil sebagai komponen dari misi perusahaan untuk membikin alat seperti ChatGPT tersedia secara luas sehingga masyarakat dapat menikmati manfaat AI.

Tetapi ini juga memberi perusahaan lebih banyak data pelatihan dan mungkin mendukung lebih banyak pengguna untuk membikin akun dan berlangganan akses GPT-4 yang unggul dibandingkan teladan GPT-3.5 versi cuma-cuma.

Tetapi perlu dicatat bahwa belum segala pengguna dapat menikmati fitur baru ini karena OpenAI meluncurkan akses tersebut secara berjenjang.

OpenAI mengatakan sudah menambahkan perlindungan ekstra untuk pengguna yang tak memiliki akun, termasuk mengeblok perintah dan pembuatan gambar di lebih banyak klasifikasi.

Juru bicara OpenAI mengatakan pihaknya mempertimbangkan bagaimana pengguna GPT-3.5 yang logout berpotensi memunculkan ancaman baru.

\\”Tim yang bertugas mendeteksi dan menghentikan penyalahgunaan teladan AI sudah terlibat dalam pembuatan fitur baru dan akan melakukan penyesuaian apabila timbul ancaman yang tak terduga,\\” kata juru bicara tersebut terhadap Engadget, dikutip Selasa (2/4/2024).

OpenAI mengklaim lebih dari 100 juta orang di 185 negara memakai ChatGPT tiap minggunya.

Itu merupakan angka yang mengagetkan untuk layanan berusia 18 bulan dari sebuah perusahaan yang belum pernah didengar banyak orang, dua tahun lalu.

Langkah yang diambil dikala ini memberikan insentif bagi mereka yang ragu untuk membikin akun chatbot AI ini, sehingga meningkatkan angka tersebut dapat meningkat lebih jauh lagi.