• Mei 17, 2024

Performa Industri Manufaktur Mentereng, Kemenperin Bongkar Rahasianya

Industri pengolahan masih mendominasi perekonomian Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan data Badan Sentra Statistik pada triwulan I tahun 2024, sektor manufaktur memberikan andil sebesar 34,99 persen kepada ekonomi Jawa Tengah, dengan pertumbuhan menempuh 1,79 persen (y-o-y).

Meskipun, kontribusi sektor manufaktur kepada ekonomi D.I. Yogyakarta menembus 12,07 persen, dengan pertumbuhan di angka 5,02 persen (y-o-y).

Alhamdulillah, industri manufaktur bisa dikelola bersama dengan bagus, sehingga pertumbuhannya terus meningkat. Peran sektor industri manufaktur juga ikut memacu perekonomian tempat dan nasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/5/2024).

Performa gemilang industri demo spaceman manufaktur tersebut tak terlepas dari dukungan sumber kekuatan manusia (SDM) yang kompeten. Lewat kemampuan SDM yang terampil dan andal, produktivitas dan kekuatan saing di sektor industri kian meningkat.

“Kesibukan industri pengolahan, tentunya membutuhkan dukungan SDM industri yang kuat dan inovatif. Oleh sebab itu, kami aktif menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan vokasi industri untuk mencetak calon kekuatan kerja yang kompeten dan siap kerja,” tutur Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Masrokhan.

Performa Industri
Guna membangkitkan daya kerja industri di kawasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, BPSDMI Kemenperin menyelenggarakan Industrial Vocational Fair Regional Jateng dan DIY di AK-Tekstil Solo. “Kesibukan ini diharapkan bisa menghasilkan SDM kompeten untuk menghasilkan industri yang tangguh dan berdaya saing,” ujar Masrokhan.

Gelaran Industrial Vocational Fair tersebut dimeriahkan oleh berbagai aktivitas yang menunjang kemajuan dunia vokasi industri. Misalnya, aktivitas Temu Industri menjadi wadah penyelenggara sekolah dan kampus Kemenperin dengan industri sektor berkaitan. Upaya ini untuk menghasilkan unit pendidikan yang link and match dengan industri.

“Dalam kans Industrial Vocational Fair ini, telah ditandatangani 29 MoU kerja sama untuk memperkuat sinergi dalam membangun pendidikan vokasi industri,” jelas Masrokhan.

Focus Group Discussion

Terdapat pula Focus Group Discussion dengan tipe topik yang menghadirkan praktisi industri hingga akademisi. Kecuali itu, ada pula pameran pendidikan dan Job Fair untuk lapangan pekerjaan di sektor-sektor industri.

Industrial Vocational Fair akan digelar di empat kawasan, yaitu Jakarta dan Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY, Sumatera, serta Sulawesi. Keempat kawasan tersebut merepresentasikan eksistensi sekolah maupun kampus Kemenperin yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia.

Di Jawa Tengah, Kemenperin memiliki Akademi Kelompok Tekstil Solo serta Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal. Meskipun, di Kota Gudeg, terdapat SMK-SMTI Yogyakarta dan Politeknik ATK Yogyakarta.

Satuan pendidikan vokasi Kemenperin ini yaitu pionir penyelenggaraan pendidikan vokasi yang menggunakan dual system di Indonesia, dan telah ternyata menjadi sekolah dan kampus vokasi yang unggul dalam menghasilkan alumni yang siap kerja,” lanjut Masrokhan.

Untuk meresap calon siswa dan mahasiswa baru di segala unit pendidikan secara serentak, Kemenperin tengah membuka Jalanan Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) tahun 2024.