• Januari 9, 2024
Istana Alexander Agung

Wah! Yunani Buka Istana Alexander Agung yang Berusia 2.400 Tahun

Bertambah ulang daya tarik wisata ke Yunani. Kali ini, istana kuno bernama Istana Aigai yang berusia 2.400 dibuka untuk wisatawan.

Istana Aigai, yang dikenal juga bersama nama Royal Metropolis of the Makedonia, adalah bangunan terbesar di Yunani klasik. Menurut Kementerian Kebudayaan Yunani, bangunan ini punyai luas lebih kurang 15.000 mtr. persegi yang kerap digunakan untuk bermain joker388 pada jaman dahulu.

“Ini adalah daerah Alexander Agung dinobatkan sebagai raja, tidak lama sehabis pembunuhan ayahnya, untuk mengawali kampanye gemilangnya,” kata Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis pada upacara pembukaan hari Jumat (5/1).

Pada jaman pemerintahannya, Alexander menaklukkan lokasi luas yang membentang berasal dari Yunani modern hingga Mesir, Iran, hingga India utara dan Asia Tengah. Kerajaannya, yang sementara itu tidak keluar didalam histori Barat, mengawali apa yang oleh para sejarawan disebut sebagai periode Helenistik, yang terjadi sejak kematiannya hingga bangkitnya Kekaisaran Romawi.

Penaklukannya menjadi landasan bagi pengaruh Yunani di anggota timur Laut Mediterania sepanjang 1.000 th. berikutnya. Banyak teks perlu di lokasi ini, juga versi awal Perjanjian Baru, ditulis didalam bahasa Yunani.

Bangsa Romawi menghancurkan istana ini pada th. 148 SM dan kerap dijarah pada tahun-tahun berikutnya.

Nyatanya, memulihkan daerah lahirnya kerajaan yang begitu mengesankan bukanlah tugas yang mudah. Pemerintah Yunani butuh sementara 16 tahun, bersama dukungan berasal dari Uni Eropa dan lebih berasal dari 20 juta euro ($21,9 juta).

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah momen yang punyai keperluan world dan berskala internasional,” kata Mitsotakis.

Kementerian Kebudayaan Yunani mengungkapkan usaha restorasi meliputi penggalian situs, dokumentasi, dan konservasi artefak yang ditemukan. Pemerintah Yunani memulihkan mosaik, lantai marmer, dan lebih dari satu kolom seluas 1.400 mtr. persegi sambil menjaga tampilan umum reruntuhan tersebut.

“Pentingnya monumen-monumen berikut melampaui batas-batas lokal, dan menjadi punya semua umat manusia. Kita sebagai penjaga warisan budaya yang berharga ini, kita kudu melindunginya, menyorotnya, mempromosikannya dan pada sementara yang mirip memperluas wawasan yang diungkapkan oleh tiap tiap segi baru,” kata Mitsotakis.